Banyak klien, baik individual maupun perusahaan, ketika menghubungi jasa pembuatan website kurang mengerti mengenai jasa yang ditawarkan dan apa yang bisa mereka dapatkan. Kenapa penting membedakan antara jasa webdesign yang Custom dengan yang menggunakan Open Source, karena website yang dihasilkan akan sangat berbeda terutama dalam hal sistem dan kemudahan penggunaannya oleh klien.
Yang dimaksud dengan website Open Source adalah website yang dibangun menggunakan software Open Source atau software gratisan yang telah tersedia di internet. Software ini bisa didownload dan di instal dengan mudah oleh siapa saja walaupun tidak memiliki keahlian pemograman website yang memadai. Hanya dengan sekali install, kita sudah mendapatkan front end website dinamis dan CMS (content management system) atau biasa juga disebut Dashboard atau Admin Area. Front end adalah halaman-halaman website yang dapat diakses oleh pengunjung, sedangkan CMS adalah halaman private yang hanya bisa diakses oleh pemilik website dengan menggunakan password, melalui halaman CMS ini pemilik website bisa merubah konten-konten di halaman front end, seperti menambahkan produk, menambahkan artikel, mengedit isi halaman profile dan lain-lain.
Namun kemudahan membuat website Open Source tidak semudah dalam mengelola website yang dibangun dengan menggunakan Open Source. Bagi mereka yang sudah terbiasa membuat website Open Source memang tidak terlalu sulit, namun bagi klien yang kurang mengerti, dihadapkan dengan tampilan CMS atau Admin Area yang rumit, tidak sedikit yang kemudian merusak tampilan websitenya sendiri dan kemudian patah semangat karena kesulitan dalam mengupdate halaman-halaman websitenya. Hal inilah yang jarang disampaikan oleh para penjual jasa webdesign Open Source kepada klien. Biasanya mereka hanya menekankan pada harga yang murah.
Kelemahan website Open Source lainnya adalah pada sistem yang sudah standar, sehingga design tampilan cenderung standar dan kurang variasi. Butuh keahlian yang tinggi untuk membuat tampilan custom pada front end website yang dibuat dengan menggunakan Open Source. Dan ini sering diakali oleh pembuat website Open Source dengan menggunakan template-template gratisan yang bisa diunduh secara gratis oleh siapapun. Jangan heran jika tiba-tiba anda menemukan website lain yang tampilannya persis sama dengan website Open Source anda.
Karena script Open Source yang bersifat terbuka dan banyak diketahui umum (para pengguna dan pengembang Open Source) maka website Open Source menjadi rentan untuk diserang (hacked).
Beberapa aplikasi yang sering digunakan untuk membangun website Open Source antara lain Joomla, WordPress, OsCommerce, Drupal dan masih banyak lagi.
Bagaimana dengan website Custom?
Website custom adalah website yang dibangun secara manual dari awal. Mulai dari desain tampilannya, pembuatan database hingga coding (script) untuk membuat front end dan CMS (Admin Area). Dengan mengerjakan semua secara manual, sistem yang dihasilkan akan sangat jauh lebih sederhana dan user-friendly dibandingkan website Open Source. Dari tampilan front end hingga CMS semuanya disesuaikan dengan kebutuhan klien. Dan tentu saja hasilnya original. Pembuatan website Open Source memang membutuhkan waktu lebih lama, namun dari segi kualitas front end dan Admin Area akan sangat jauh berbeda dibanding website Open Source.
Kelebihan website Custom lainnya adalah mudah di-maintenance dan mudah dilakukan perbaikan jika terjadi error pada system dibandingkan website Open Source. Tidak heran banyak klien yang dirugikan ketika website Open Source mereka “rusak” dan jasa webdesign yang digunakan kesulitan dalam memperbaiki system yang error dari website Open Source.
membuat website , utk keperluan motivational.
Pingback: Tips Memilih Jasa Pembuatan Website « DUNIA-ONLINE BLOG
betul sekali